HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bagi-Bagi Uang Tunai di Facebook'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Undian Berhadiah” pada mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menuturkan narasi sebagai berikut: “Halo semuanya seluruh warga Indonesia. Saya Gubernur Maluku Ibu Sherly Sofyan ingin membantu memberikan bantuan berupa uang tunai puluhan juta rupiah bagi yang beruntung atau terpilih.

Baca Juga:
IKN

Untuk mengikuti acara bantuan ini silakan hubungi saya di messenger dan diisi data diri lengkap yang tertulis di messenger. Saya tunggu. Salam sejahtera”.

Hingga , unggahan telah ditonton lebih dari 1.400-an kali serta menuai sekitar 34 jumlah suka, 11 komentar, dan 2 kali dibagikan. Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta (

Diketahui, konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 96,8%.

Diketahui, konteks asli dari video tersebut adalah momen Sherly mengajak lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK melalui pendaftaran SPMB 2025 yang dibuka pada 9–17 Juni mendatang. Salah Sumber: https://www.facebook.com/share/v/18FVS6wBJ2/ https://archive.ph/wip/bIZXD Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi. Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli