HARIAN NEGERI, Jakarta - Petugas gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) yang dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani.
Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, mengatakan bahwa petugas segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
“Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” ujar Budy di Mataram, Jumat.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian jalur Sembalun pada Kamis (14/5) pagi. Pendakian dilakukan dengan didampingi porter, tour organizer, serta dua orang pemandu.
Saat tiba di Pos 4 jalur pendakian Sembalun, rombongan beristirahat untuk berteduh karena kondisi cuaca hujan. Tidak lama kemudian, korban dilaporkan mengalami kondisi darurat kesehatan.
Mendapat informasi adanya kecelakaan terhadap pengunjung di Pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas langsung melakukan koordinasi dengan tim evakuasi Emergency Medical Handling Center (EMHC).
Tim EMHC kemudian menghubungi pemandu yang mendampingi korban untuk melakukan assessment awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami gagal napas dan petugas di lapangan segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dengan arahan tim medis EMHC.
Tim gabungan bergerak cepat melakukan proses evakuasi guna memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis. Namun demikian, korban dinyatakan tidak dapat diselamatkan.
“Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong,” kata Budy.
Pihak TNGR mengimbau seluruh pendaki agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan, cuaca, serta mematuhi prosedur keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Rinjani.


Komentar