HARIAN NEGERI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menegaskan komitmen kuatnya untuk mewujudkan kota yang ramah terhadap lanjut usia (lansia).Melalui berbagai program strategis, pemerintah daerah berupaya menjamin aspek kesehatan, perlindungan sosial, penyediaan ruang publik yang inklusif, serta membuka kesempatan bagi para lansia untuk tetap aktif berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.Langkah ini diambil guna memastikan seluruh warga senior di Kota Kembang dapat menjalani masa tua mereka dengan aman, layak, mandiri, dan tetap bermartabat.Komitmen mendalam tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi, pada.Hadir menggantikan Wali Kota Bandung, M. Farhan, yang berhalangan hadir, Asep membacakan amanat tertulis dari Wali Kota dalam Acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 Tingkat Kota Bandung Tahun 2026.Agenda besar yang digelar di Mako II Kodam III/Siliwangi ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 800 lansia aktif dan produktif dari 30 kecamatan dan 151 kelurahan.Dalam amanat Wali Kota Bandung yang dibacakannya, Asep menyebut bahwa usia tidak semata-mata tentang angka belaka, melainkan sebuah kumpulan pengalaman, kebijaksanaan, dan jejak panjang perjalanan hidup yang menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus.Ia mengibaratkan para lanjut usia seperti sebuah perpustakaan kehidupan yang masih terbuka lebar. Di dalamnya tersimpan cerita perjuangan membangun keluarga, membesarkan generasi, menjaga persatuan, serta menyaksikan berbagai dinamika perubahan zaman dari waktu ke waktu.Melalui sambutan tertulis tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa para lansia merupakan generasi tangguh yang telah menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, kesantunan, dan cinta tanah air yang hingga kini menjadi fondasi kokoh kehidupan bermasyarakat.Oleh karena itu, peringatan HLUN ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memastikan para lansia mendapatkan ruang yang layak dalam kehidupan sosial dan roda pembangunan kota.Lebih lanjut, Pemkot Bandung menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari tingginya gedung, pesatnya teknologi, atau besarnya investasi.
Kota yang besar dan maju adalah kota yang tidak melupakan para sesepuhnya, serta menjadikan para lanjut usia sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.Seiring meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah daerah ingin memastikan lansia dapat hidup sehat, bahagia, dan produktif, sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak lambat belajar dari pengalaman orang tua sendiri.Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Kota Bandung terus mengalami peningkatan sekitar 5 persen setiap tahunnya.Berdasarkan data demografi terbaru, dari total sekitar 2,6 juta penduduk Kota Bandung, kini satu dari delapan warganya merupakan lansia.Kondisi pertumbuhan yang signifikan ini menjadikan program kesejahteraan lansia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah yang memerlukan dukungan masif serta sinergi lintas sektor.Yorisa memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 91 ribu lansia di Kota Bandung yang masuk dalam kelompok kesejahteraan rendah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 25 ribu jiwa telah berhasil menerima bantuan sosial, sementara sekitar 66 ribu lainnya masih membutuhkan perhatian dan perlindungan jaminan sosial.Guna mengatasi tantangan ini, Pemkot Bandung terus memperkuat layanan mulai dari bantuan alat kesehatan, penanganan lansia terlantar, reunifikasi keluarga, penyediaan rumah singgah, hingga penguatan kolaborasi pentahelix.Sebagai bentuk nyata implementasi perlindungan jaminan sosial dalam momentum HLUN tersebut, dilakukan penyerahan simbolis santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta.


Komentar