HARIAN NEGERI -
Pemerintah terus memperkuat pengelolaan keuangan negara dengan prioritisasi, refocusing, dan efisiensi belanja kementerian dan lembaga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas belanja negara agar lebih produktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra.
Hal ini disampaikan Airlangga dalam keterangan di Seoul, Republik Korea.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga dengan optimalisasi penggunaan anggaran. Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.
Pemerintah juga mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini berfokus pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan pengecualian untuk asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Kebijakan efisiensi ini diharapkan dapat menghasilkan potensi penghematan hingga Rp20 triliun.
Pemerintah terus memastikan setiap kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan, sesuai dengan arahan Airlangga Hartarto.


Komentar