HARIAN NEGERI, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menilai daya saing atlet bulu tangkis Indonesia menunjukkan perkembangan positif meskipun belum berhasil meraih gelar juara dalam rangkaian turnamen Tur Eropa 2026.
Rangkaian tur tersebut meliputi German Open 2026 (Super 300), All England 2026 (Super 1000), Swiss Open 2026(Super 300), serta Orleans Masters 2026 yang menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang, khususnya bagi pemain muda yang mulai mendapat kesempatan tampil di level elite dunia.
“Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI, Selasa.
Selama tur Eropa, Indonesia berhasil menembus partai final melalui Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani pada Swiss Open 2026. Namun, keduanya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari lawan masing-masing di partai puncak.
Alwi takluk dari wakil Jepang Yushi Tanaka dengan skor 18-21, 12-21. Sementara Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan wakil Thailand Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21.
Di ajang All England 2026, capaian terbaik Indonesia datang dari pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquinyang berhasil melaju hingga babak semifinal.
Sementara itu, pada turnamen penutup tur yakni Orleans Masters 2026, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana juga terhenti di semifinal. Hasil serupa diraih ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang langkahnya terhenti di empat besar.
Menurut Eng Hian, sejumlah pemain Indonesia mampu melaju hingga fase akhir turnamen dan memberikan perlawanan ketat kepada pemain unggulan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa jarak kualitas antara atlet Indonesia dan elite dunia semakin tipis, meskipun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
“Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di turnamen besar akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kematangan teknik maupun mental atlet.
“Hasil di tur Eropa ini akan menjadi pijakan penting untuk langkah selanjutnya, dengan berbagai perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap dan terukur,” kata Eng Hian.


Komentar