HARIAN NEGERI, Jakarta - Kepala Pelatih Ganda Putra Utama PP PBSI, Antonius Budi Ariantho, mengungkapkan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin masih memiliki pekerjaan rumah (PR) pada aspek non-teknis usai menjalani tur Eropa musim ini.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pasangan ganda putra Indonesia agar mampu bersaing lebih konsisten di turnamen level elite.

“Secara permainan mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan,” ujar Antonius dalam keterangan resmi PP PBSI, Selasa.

Ia menjelaskan, komunikasi di lapangan menjadi faktor penting dalam membangun chemistry pasangan ganda, terutama dalam menentukan pola serangan maupun bertahan saat pertandingan berlangsung. Selain itu, kemampuan menjaga fokus serta membaca permainan lawan juga dinilai menjadi kunci agar pasangan tersebut mampu tampil lebih stabil di laga-laga besar.

Menurut Antonius, pembenahan aspek non-teknis akan terus dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas teknis permainan.

Sebelumnya, Raymond/Joaquin mencatat hasil cukup baik pada debut mereka di All England 2026 setelah mampu melaju hingga semifinal turnamen level Super 1000 tersebut. Setelah itu, mereka tersingkir di babak pertama Swiss Open 2026level Super 300, sebelum mencapai perempat final Orleans Masters 2026.

Antonius berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting bagi Raymond/Joaquin untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing di turnamen internasional berikutnya.

Selanjutnya, mereka dijadwalkan akan bersaing pada Kejuaraan Asia 2026 yang berlangsung di Ningbo, China, pada 7–12 April mendatang.