HARIAN NEGERI - Indonesian Basketball League (IBL) menilai perubahan format semifinal dan final playoff menjadi best-of-five pada musim 2026 menunjukkan hasil positif. Antusiasme penonton yang terus meningkat menjadi salah satu alasan utama liga memperpanjang format pertandingan pada fase penentuan juara.RADARBANDUNG.id – Indonesian Basketball League (IBL) menilai perubahan format semifinal dan final playoff menjadi best-of-five pada musim 2026 menunjukkan hasil positif.
Antusiasme penonton yang terus meningkat menjadi salah satu alasan utama liga memperpanjang format pertandingan pada fase penentuan juara.Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan wacana penambahan jumlah pertandingan playoff sebenarnya sudah dibahas sejak beberapa musim lalu.
Namun, keputusan baru diambil setelah melihat peningkatan kualitas kompetisi dan kehadiran penonton di arena pertandingan.“Alhamdulillah dengan format atau inovasi tahun ini, di mana semifinal dan final menjadi best-of-five dari sebelumnya best-of-three, ini merupakan sesuatu yang sudah kami rencanakan sejak beberapa musim lalu. Kami melihat kualitas pertandingan terus meningkat dan attendance penonton di kandang masing-masing tim juga meningkat,” kata Junas.Menurut dia, penambahan jumlah pertandingan akan memberikan dampak positif bagi tim maupun penggemar. Tim mendapatkan lebih banyak laga kompetitif, sementara penonton memperoleh tontonan yang lebih menarik dan sulit diprediksi.Junas mencontohkan playoff musim lalu yang beberapa serinya harus ditentukan hingga gim ketiga.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa persaingan antartim semakin ketat dan layak mendapatkan format yang lebih panjang.“Kalau pertandingan berkualitas ditambah jumlah gimnya, tentu akan membuat tim semakin baik karena lebih kompetitif. Untuk fans juga semakin menarik,” ujarnya.IBL juga mencatat respons positif dari publik pada laga pertama semifinal playoff musim ini. Menurut Junas, penjualan tiket pertandingan pembuka menunjukkan tren yang menggembirakan.“Untuk game pertama hari Jumat menurut saya sangat baik, bahkan di atas ekspektasi.
Saya sempat mengecek ke tim Satria Muda, penjualan tiketnya sudah di atas 70 persen. Ini menunjukkan antusiasme penonton sudah terlihat sejak pertandingan pertama,” katanya.Ia menambahkan, format best-of-five juga memberikan keuntungan bagi tim yang finis di posisi lebih tinggi pada musim reguler karena memiliki lebih banyak kesempatan bermain di kandang sendiri.Kondisi tersebut dinilai akan membuat setiap pertandingan semakin penting, sekaligus mendorong peningkatan atmosfer kompetisi.Junas mengungkapkan, IBL sebenarnya telah lama menerima masukan mengenai kemungkinan penerapan format best-of-seven pada fase playoff.Namun, pihak liga menegaskan bahwa keputusan menambah jumlah pertandingan harus didasarkan pada pertimbangan bisnis dan kualitas kompetisi.“Sebetulnya tidak terlalu sulit bagi regulator untuk menambah jumlah game menjadi lima atau tujuh.
Tetapi kami harus punya dasar pertimbangan yang kuat,” ujar Junas.Menurut dia, faktor pertama adalah pertumbuhan jumlah penonton.
Jika penjualan tiket terus meningkat, maka tambahan pertandingan akan memberikan keuntungan bagi klub dan ekosistem liga secara keseluruhan.Selain itu, IBL juga mempertimbangkan tingkat kompetitif pertandingan. Pada musim-musim sebelumnya, banyak seri playoff berakhir dengan skor telak 2-0 sehingga dinilai kurang menarik jika jumlah pertandingan ditambah.Kini, dengan semakin banyak laga yang berlangsung ketat hingga gim penentuan, peluang penambahan format pertandingan di masa depan menjadi lebih terbuka.Junas menilai salah satu indikator keberhasilan kompetisi adalah munculnya juara yang berbeda dalam beberapa musim terakhir.Dalam empat musim terakhir, gelar juara IBL selalu diraih tim yang berbeda. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat persaingan yang semakin merata dibandingkan era sebelumnya.“Semakin kompetitif dan semakin sulit diprediksi, tentu akan semakin baik untuk fans.


Komentar