HARIAN NEGERI, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan proses naturalisasi dua pemain muda berdarah Indonesia-Australia, Mitchel Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, bertujuan untuk memperkuat kedalaman skuad tim nasional sepak bola Indonesia.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin, Erick menjelaskan bahwa kehadiran kedua pemain tersebut tidak hanya untuk menambah pilihan pemain bagi tim nasional, tetapi juga mendukung transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pemain lokal, baik di level timnas maupun kompetisi profesional.

Menurut Erick, Mitchel dan Luke memiliki keinginan kuat menjadi warga negara Indonesia karena ingin berkontribusi bagi perkembangan sepak bola nasional. Dalam jangka pendek, keduanya diproyeksikan memperkuat skuad Garuda pada sejumlah ajang internasional, termasuk ASEAN Hyundai Cup 2026, FIFA Series periode 2026–2031, dan AFC Asian Cup 2027.

Selain itu, kedua pemain juga dipersiapkan untuk menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2028, Kualifikasi FIFA World Cup 2030, ASEAN Hyundai Cup 2030, putaran final Piala Dunia 2030, serta AFC Asian Cup 2031.

Dalam jangka panjang, pemerintah dan PSSI berharap naturalisasi kedua pemain dapat mendukung target Indonesia menembus 50 besar peringkat FIFA dan 10 besar Asia, sekaligus meningkatkan peluang lolos secara konsisten ke putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.

Erick menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 yang mengamanatkan penguatan prestasi sepak bola nasional melalui langkah-langkah yang terkoordinasi dan terintegrasi.

Mitchel Lee Baker saat ini bermain untuk tim Georgetown University dalam kompetisi NCAA di Amerika Serikat. Penyerang berusia 19 tahun tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Maureen Lee Baker. Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sementara neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang.

Sementara itu, Luke Anthony Vickery yang berusia 20 tahun berposisi sebagai pemain sayap dan saat ini memperkuat Macarthur FC yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Australia. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Cherie Claudine Vickery. Neneknya, Hetty Nanda, lahir di Medan.

Naturalisasi kedua pemain tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di tingkat regional maupun internasional, sekaligus memperkuat regenerasi skuad Garuda menuju berbagai target prestasi dalam satu dekade ke depan.