Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), di Jakarta, . Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan posisi-strategis yang berkaitan langsung dengan layanan ketenagakerjaan bagi masyarakat, pekerja, pencari kerja, dan dunia usaha. Dari 12 pejabat yang dilantik, 11 orang berasal dari mekanisme Seleksi Terbuka dan 1 orang melalui mutasi antarinstansi.
Proses tersebut menunjukkan komitmen Kemnaker terhadap transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Menaker menegaskan bahwa jabatan tidak boleh dipandang semata sebagai posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab tinggi kepada bangsa dan negara. "Jabatan adalah kepercayaan.
Jabatan adalah sarana kita untuk memberikan pelayanan, menghadirkan dampak, dan meninggalkan legacy bagi bangsa ini. Dan jabatan adalah pengorbanan," ujar Menaker. Kemnaker saat ini mengelola angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang.
Perkembangan teknologi informasi membuat harapan dan tuntutan pencari kerja maupun pekerja terhadap kualitas layanan pemerintah semakin tinggi. Menaker meminta pejabat yang baru dilantik untuk memastikan pelayanan publik semakin baik, responsif, dan berdampak nyata. Menaker menyampaikan bahwa Kemnaker menghadapi tujuh tantangan nyata, kompleks, dan mendesak.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker menjalankan enam agenda transformasi guna membangun kepercayaan publik, transformasi layanan ketenagakerjaan, mempersiapkan tenaga kerja masa depan, memperkuat ketenagakerjaan inklusif, menegakkan norma ketenagakerjaan secara konsisten, dan mendorong hubungan industrial yang harmonis.


Komentar