HARIAN NEGERI - Dinamika konflik global antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan. Mayjen TNI (Purn) Fulad menyampaikan bahwa Amerika sejatinya tengah 'dikepung tanpa perang'.
Fulad menilai Iran tidak menghadapi Amerika secara langsung, melainkan membangun tekanan strategis berlapis yang membuat keunggulan militer konvensional Amerika menjadi kurang efektif.
Fulad menguraikan enam bentuk tekanan strategis yang disebut sebagai 'pengepungan tanpa perang', termasuk menguasai pintu minyak di Selat Hormuz dan menyerang pasokan air negara Teluk.
Iran juga menggunakan pertahanan yang tersebar dan memenangkan narasi global, serta berhasil menyatukan masyarakat saat dihadapkan pada ancaman eksternal.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan menilai pentingnya pemahaman masyarakat terhadap ancaman modern, termasuk melalui informasi dan persepsi publik.
Fulad dan Hendra sepakat bahwa perubahan pola konflik global memberikan pelajaran penting bagi Indonesia, termasuk pentingnya ketahanan pada sektor dasar dan kesiapan menghadapi ancaman non-konvensional.


Komentar