__temp__ __location__

HARIAN NEGERI, Jakarta - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Trisuci Waisak 2569 BE tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ritual keagamaan semata, melainkan juga menjadi momentum refleksi mendalam, terutama bagi para pemimpin bangsa.

“Saya pribadi berharap Waisak ini tidak hanya disambut dengan ritual semata, tetapi dijadikan sebagai momentum refleksi bagi kita semua, terutama para pemimpin, untuk senantiasa menumbuhkan kebijaksanaan, welas asih, dan semangat melayani tanpa pamrih,” ujar Daniel Johan dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (13/5/2025).

Menurutnya, sikap-sikap tersebut sangat dibutuhkan dalam situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai dharma sebagai inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.

“Semoga berkah Waisak membawa kedamaian bagi dunia,” imbuhnya.

Waisak dan Tiga Peristiwa Penting

Daniel Johan juga mengingatkan kembali makna utama dari peringatan Waisak, yang merujuk pada tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha Gautama:

  • Kelahiran Pangeran Siddharta Gautama,
  • Pencapaian Penerangan Sempurna (menjadi Buddha),
  • Parinibbana (wafatnya Sang Buddha).
     

Ketiga peristiwa tersebut terjadi pada tanggal dan bulan yang sama dalam kalender lunar, yakni saat bulan purnama di bulan Waisak.

“Ini adalah momen penting bagi umat Buddha untuk meneladani sifat dan mengamalkan ajaran Sang Buddha,” jelasnya.

Mengatasi Tiga Akar Kejahatan

Daniel juga mengingatkan bahwa ajaran Buddha telah sejak lama menunjukkan cara untuk mengatasi tiga akar kejahatan dalam diri manusia, yakni:

  • Kebencian (amarah, intoleransi),
  • Keserakahan (dalam berbagai bentuknya),
  • Kebodohan (ketidaktahuan atau delusi). 

“Ketiga bentuk sumber kejahatan ini telah diajarkan Buddha untuk dilepaskan sejak 2569 tahun lalu. Ini ajaran universal yang sangat relevan di masa kini,” tutupnya.

Daniel berharap peringatan Waisak tahun ini benar-benar menjadi titik balik dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong terciptanya kehidupan yang damai, adil, dan harmonis bagi seluruh umat.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies. Kebijakan Cookie