HARIAN NEGERI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi bersiap melakukan upaya antisipatif menghadapi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino di tahun 2026 ini.Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan, potensi kekeringan di Kota Cimahi berpotensi terjadi di seluruh wilayah di musim kemarau ini.“Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini terancam kekeringan dan krisis air bersih artinya merata, dan puncaknya di bulan Agustus sampai Oktober 2026 nanti,” katanya,.Ia menambahkan, berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), pada dua tahun lalu kekeringan terparah terjadi di Cimahi bagian selatan, mulai dari Kelurahan Melong, Utama, hingga Leuwigajah.“Kekeringan terparah yang kita catat itu dua tahun lalu, dampak yang ditimbulkan sama. Kemudian paling parah ada di daerah selatan, memang karena warga mengandalkan air PDAM dan sebagian air tanah,” katanya.Lebih lanjut ia mengatakan, krisis air bersih yang dialami warga Cimahi lantaran permukaan air sumber air tanah dan sumur warga mengalami penurunan akibat musim kemarau.“Jadi kekeringannya itu disebabkan sumber air di sumur mengalami penurunan. Karena di sana mayoritas sumber airnya itu dari sumur ditambah kan berebut dengan industri air tanahnya juga,” katanya.Ia menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi dan Perumda Tirta Raharja untuk menyuplai air bersih.“Akan ada operasi sesuai kondisi, misalnya apabila ada laporan kekurangan air bersih kita akan koordinasi dengan pihak terkait seperti DPKP untuk memasok air bersih,” tandasnya.

(KRO)