__temp__ __location__

HARIAN NEGERI, jakarta – Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Armada tersebut berasal dari BPBD Rembang, Pati, Kudus, Grobogan, dan Jepara.

Pelaksana tugas Kepala Harian BPBD Blora, Mulyowati, mengatakan dukungan lintas daerah ini penting untuk menjaga suplai air tidak terputus seperti yang sempat terjadi sebelumnya.

“Hari ini kami melakukan persiapan pemadaman dengan dukungan teknisi Pertamina. Sebanyak 13 mobil tangki kapasitas 5.000 liter sudah siaga di lokasi. Mudah-mudahan kali ini suplai air tidak terhenti,” ujarnya, Jumat (22/8).

Ia menambahkan, teknisi PT Pertamina sudah menyiapkan metode pemadaman serta peralatan pendukung. Sejumlah mobil tangki juga disiagakan untuk mengambil air secara bergantian agar pasokan tetap terjaga.

“Intinya, air jangan sampai berhenti. Itu permintaan dari Pertamina. Insya Allah, dengan koordinasi ini api bisa segera padam. Namun kami tetap waspada jika ada kemungkinan kebocoran baru,” imbuhnya.

Sementara itu, warga yang mengungsi masih diminta bertahan di posko hingga kondisi benar-benar aman. “Mobilisasi peralatan besar tentu memerlukan akses jalan yang lancar, sehingga kami juga berharap dukungan masyarakat agar tidak terjadi hambatan di lapangan,” kata Mulyowati.

Kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono sendiri terjadi sejak Minggu (17/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan tiga orang warga dan melukai dua lainnya. Hingga hari ini, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman, sementara warga sekitar lokasi kebakaran diungsikan ke tempat aman.

Tags:
Melisa Ahci

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies. Kebijakan Cookie