HARIAN NEGERI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan sekaligus memastikan akses keluar-masuk bandara tetap lancar ketika jumlah penerbangan bertambah.RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan sekaligus memastikan akses keluar-masuk bandara tetap lancar ketika jumlah penerbangan bertambah.Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan simulasi merupakan hasil koordinasi bersama kepolisian, pengelola Bandara Husein Sastranegara, Lanud Husein Sastranegara, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Salah satu skenario yang diuji adalah pembukaan dua jalur akses dari pintu utama di Jalan Pajajaran yang sebelumnya hanya menggunakan satu jalur.Rasdian mengungkapkan selain mengatur akses kendaraan, Dishub juga akan menguji pola sirkulasi di area self drop off, termasuk pengaturan titik putar balik (U-turn), serta mengevaluasi akses keluar melalui Pintu 4 menuju Jalan Abdul Rahman Saleh. Simulasi lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi riil yang tidak selalu tergambar dalam perencanaan.“Kalau di atas kertas memang mudah.

Tapi saat diuji di lapangan akan terlihat titik penyempitan, antrean kendaraan, atau bottleneck yang harus dibenahi,” ujar Rasdian,.Tak hanya rekayasa lalu lintas, Dishub juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu penunjuk arah, rambu lalu lintas, hingga marka jalan. Jika diperlukan, pemasangan marka akan langsung dilakukan agar kawasan bandara lebih tertata dan siap menyambut kembali meningkatnya aktivitas penerbangan.Rasdian menambahkan area parkir tetap memanfaatkan lahan yang saat ini tersedia di bawah pengelolaan Lanud Husein Sastranegara. Meski demikian, Dishub akan membantu mengatur sirkulasi kendaraan di dalam kawasan parkir agar arus masuk dan keluar kendaraan berjalan lebih lancar serta tidak menimbulkan penumpukan.Menurutnya, untuk transportasi umum, angkutan kota diperkirakan tidak akan masuk ke dalam kawasan bandara.

Pemerintah Kota Bandung justru mengusulkan agar salah satu trayek angkot dapat melintasi kawasan bandara sebagai bagian dari integrasi layanan transportasi dengan rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT).“Pengaturan shuttle, taksi daring, dan ojek online tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” katanya.Rasdian menambahkan hasil uji coba akan menjadi dasar penyempurnaan rekayasa lalu lintas sebelum operasional penerbangan meningkat.“Bandara Husein Sastranegara berpotensi melayani hingga 21 penerbangan dari sejumlah maskapai, sehingga kesiapan akses jalan dan sistem lalu lintas dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang,” ujar Rasdian.(dsn)