HARIAN NEGERI - Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 menyiapkan calon pemimpin yang mampu menghadapi tantangan era digital melalui pendidikan kepemimpinan berbasis data dan teknologi.Sebanyak 57 peserta didik yang berasal dari Polri, TNI, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengikuti program pendidikan yang diselenggarakan Lemdiklat Polri di Lembang, Jawa Barat.Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan membaca data, memahami perkembangan teknologi, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah kompleksitas tantangan keamanan nasional.Penguatan kompetensi kepemimpinan digital juga dilakukan melalui Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti Lemdiklat Polri. Melalui motto Cerdas, Cekatan, Etis, Responsif, Didikatif, Akuntabel, dan Strategis, peserta didorong menjadi pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman.Selain mengikuti kegiatan akademik, peserta juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satunya program bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kabupaten Bandung Barat.Dalam waktu 13 hari, rumah pasangan lansia Lili (73) dan Sumarsih (63) yang sebelumnya berdinding bilik bambu direnovasi menjadi hunian permanen yang lebih layak.Kegiatan sosial lainnya dilakukan melalui penyaluran bantuan logistik kepada korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35, Kombes Pol Yudhis Wibisana mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang terdampak bencana.“Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi.

Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Yudhis.Untuk memperkuat wawasan kepemimpinan di era digital, peserta juga mengikuti Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto.Dalam kesempatan itu, Purwadi menegaskan bahwa perkembangan teknologi dapat mempercepat proses birokrasi, namun peran seorang pemimpin tetap tidak dapat digantikan.“Pemimpin tidak bisa didigitalisasi,” ujarnya.Peserta juga mengikuti Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN) sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pada Mei 2026, delegasi Sespimti Dikreg ke-35 melaksanakan PKLN ke Shanghai, Tiongkok, guna mempelajari penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, dan cloud computing dalam sistem keamanan modern.Kunjungan ke Shanghai Police College dan Yangpu Branch Public Security Bureau memberikan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan teknologi dalam sistem komando terpadu serta pengelolaan data keamanan.Seluruh rangkaian pendidikan ditutup melalui kegiatan Leader Expo yang menjadi wadah bagi peserta untuk mempresentasikan berbagai gagasan, inovasi, dan model kebijakan yang disusun selama masa pendidikan.Melalui program akademik, kegiatan sosial, serta praktik lapangan, Sespimti Polri Dikreg ke-35 berupaya menyiapkan pemimpin yang mampu mengintegrasikan kecakapan digital dengan kepekaan sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan dan keamanan nasional.