HARIAN NEGERI, Jakarta - Mogok nasional yang dilakukan oleh 15 ribu supir logistik di seluruh Indonesia telah menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang signifikan.
Dalam rilisnya pada Senin (14/7/2025), Presiden DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia atau Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, mengklaim bahwa economic loss yang besar membuktikan peran sopir logistik dalam perputaran ekonomi sangatlah signifikan.
"Estimasi yang kami lakukan dengan beberapa simulasi, angka pesimistik logistik yang tidak terangkut karena mogok nasional logistik selama 13-14 Juli ini adalah 600 Milyar. Hal ini mengingat masifnya partisipasi aksi mogok nasional yang terjadi di 11 provinsi di Indonesia. Angka ini belum termasuk spin off loss yang ditimbulkan dari terputusnya pengiriman logistik, bisa 2-3 kali lipat lebih besar, dari logistik yang tidak terangkut" ungkap Irham.
Lebih lanjut, Irham juga mengungkapkan bahwa aksi mogok nasional tersebut merupakan langkah terakhir yang terpaksa dilakukan untuk memberikan simulasi sederhana kepada pemerintah tentang betapa besarnya implikasi bila kebijakan Zero ODOL diterapkan secara gegabah.
"Kerugian tidak hanya akan terjadi pada sopir, tapi juga pengusaha hingga masyarakat sebagai end consumer dari ekosistem logistik dan transportasi nasional. Pemerintah pun akan merugi karena Zero ODOL ini akan menghantam pertumbuhan ekonomi. Bila harga komoditas naik, daya beli turun. Padahal growth kita sebagian besar ditopang oleh domestic consumption," imbuh Irham.
Selanjutnya Irham berharap pemerintah bisa belajar dari aksi mogok nasional teansportasi logistik ini. "Semoga pemerintah semakin sadar betapa pentingnya landasan teknokratik dalam membuat kebijakan publik. Jangan hanya melihat satu dia aspek. Jangan gegabah. Masalah ODOL adalah masalah ekonomi bangsa, masalah daya beli rakyat banyak," jelas Irham.
Apresiasi Peserta Aksi
Dalam rilisnya, Irham juga memberikan apresiasi kepada peserta aksi karena berjalan relatif damai dan lancar.
"Kami mengapresiasi partisipasi para sopir dan asosiasi-asosiasi pengemudi yang telah mengikatkan diri dalam solidaritas yang tangguh. Kami juga berterima kasih kepada komunitas-komunitas lain yang mendukung aksi kami seperti pedagang pasar, petani, pemilik logistik, dan bahkan kalangan pengusaha transportasi kelas UMKM. Mereka menunjukkan perjuangan luar biasa," tambah Irham.
Bersurat ke Presiden Prabowo
DPP Konfederasi Sarbumusi sebagai koordinator aksi mogok nasional juga berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dengan perwakilan sopir logistik.
"Kami berharap pemerintah segera membuka diri berdialog dengan kami. Kami sudah bersurat ke Presiden Prabowo untuk menjelaskan persoalan di bawah sekaligus memaparkan substansi RUU Perlindungan Pengemudi Transportasi Logistik. Ini merupakan masalah rantai pasok yang kompleks. Sedikit saja kebijakan salah, akan berdampak pada masalah sosial dan ekonomi yang lebih besar," pungkas Irham.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
Top Story
Ikuti kami