HARIAN NEGERI, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai budaya Betawi sebagai identitas utama kota Jakarta yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Pramono menegaskan bahwa Jakarta tak bisa lepas dari warisan kultur dan sejarah kaum Betawi.

Lebaran Betawi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Betawi dan Majelis Kaum Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menjadi momen kolaborasi dalam melestarikan budaya Betawi.

Menurut Pram, Lebaran Betawi bukan hanya perayaan, melainkan juga wadah kebersamaan yang penuh kehangatan dan persaudaraan.

Pram juga menekankan pentingnya tradisi Betawi dalam mempererat hubungan antargenerasi dan merawat warisan leluhur agar tetap relevan di masa kini.

Kota Jakarta meraih juara kedua sebagai kota teraman se-Asean, hal ini tak lepas dari kerukunan, silaturahim, dan persatuan yang dijaga bersama, kata Pram.

Pemprov DKI Jakarta akan merevitalisasi Museum MH Thamrin di kawasan Kenari, Jakarta Pusat, sebagai bentuk penghormatan terhadap kemajuan kota.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, mengapresiasi kontribusi Pemprov dan DPRD DKI Jakarta dalam suksesnya Lebaran Betawi 2026 dengan tema 'Memperkokoh Persatuan, Merawat Tradisi Menuju Kota Global'.