HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Bank Danamon'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “lokerblog.id” pada membagikan video [arsip] yang menampilkan lowongan kerja PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Unggahan disertai narasi: “PT Bank Danamon Indonesia kembali memberikan kesempatan kepada para talenta terbaik untuk berkarir Yuk segera daftarkan dirimu melalui Link yang tertera untuk bisa mengawali karir bersama PT Bank Danamon Indonesia.
PENTING!!* Proses rekrutmen ini dilakukan secara mandiri dan online, serta tidak bekerja sama dengan perusahaan travel manapun dan tidak dipungut biaya. #lokerterbaru #infoloker #bankdanamon #freshgraduate #jobsearch” Tautan yang tertera pada profil akun TikTok “lokerblog.id” yakni: “[sumber] Per konten tersebut telah mendapat 93 tanda suka, menuai 4 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 145 kali oleh pengguna TikTok lainnya. Tim Pemeriksa Fakta
Diketahui, tautan mengarah ke halaman mencurigakan berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor Telegram.
Melalui laman itu, diketahui bahwa Bank Danamon memang sedang membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi. Namun, seluruh pendaftaran dilakukan langsung melalui laman karir itu dan akun LinkedIn “PT Bank Danamon Indonesia Tbk” milik Bank Danamon. Salah Sumber: [konten multimedia] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.
Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar