HARIAN NEGERI -

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam keterangannya di hadapan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada.Brian menyatakan bahwa Presiden meminta agar implementasi program tersebut dipercepat, terutama untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel.

"Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat, terutama untuk yang diesel," jelas Brian setelah pertemuan.Pemerintah menargetkan penambahan 17 gigawatt energi terbarukan melalui PLTS pada tahun ini.

Target ini mencakup pengurangan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan penambahan kapasitas PLTS."Ditargetkan tahun ini 10 gigawatt dari pembangkit diesel dapat dikurangi, sedangkan penambahan kapasitas PLTS diperkirakan mencapai 7 gigawatt," tuturnya.Berdasarkan perhitungan bersama Kementerian ESDM, PLN, Danantara, dan beberapa ahli dari perguruan tinggi, diperkirakan 17 gigawatt dapat diinstalasi untuk PLTS.

Terkait pelaksanaan teknis dan penentuan lokasi pembangunan PLTS, Brian menjelaskan bahwa PLN akan bertindak sebagai implementator utama program tersebut. "Lokasi nanti semuanya dari PLN ya yang sebagai implementator dari program tersebut," imbuhnya.Dengan akselerasi ini, Indonesia tidak hanya mengejar target kapasitas, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam transformasi energi bersih di kawasan.