HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Singapura Gelap Gulita karena RI Batalkan Ekspor 3 Juta Gigawatt Listrik'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan video [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada berisi narasi: “SINGAPURA GELAP GULITA! RI BATALKAN EKSPOR 3 JUTA GIGAWAT LISTRIK BERSIH KE SINGAPURA RIBUAN TOKO HINGGA PABRIK SINGAPUR TERPAKSA TUTUP” Pengunggah juga menuliskan judul :  “SINGAPURA GELAP GULITA!

INDONESIA BATALKAN EKSPOR 3 JUTA GIGAWAT LISTRIK BIKIN TOKO & PABRIK TUTUP!” Hingga unggahan telah mendapatkan 571 tanda suka, menuai 169 komentar dan telah dilihat 12.300 kali. Tim Pemeriksa Fakta

  Penelusuran justru mengarah ke pemberitaan

Kapasitas yang dibahas pemerintah Indonesia dan Singapura berkisar 2-3,4 gigawatt (GW), bukan 3 juta gigawatt seperti pada klaim.  Salah Sumber: [konten multimedia] [konten multimedia] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.

Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli