HARIAN NEGERI - Sebuah unggahan di media sosial Facebook baru-baru ini memicu perbincangan hangat dengan mengeklaim bahwa Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, memberikan pernyataan terkait adanya dua juta umat Muslim di Indonesia yang berpindah keyakinan atau murtad setiap tahunnya. Narasi tersebut juga memprediksi pergeseran demografi agama yang signifikan di masa depan.
"Menurut MENTRI AGAMA RI, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim..."

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan TurnBackHoax, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran mendalam menggunakan mesin pencarian Google dengan kata kunci terkait. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan media kredibel maupun pernyataan resmi dari Kementerian Agama yang membenarkan klaim tersebut. Lebih lanjut, foto Menag Nasaruddin Umar yang disertakan dalam unggahan tersebut diketahui diambil dari konteks yang berbeda. Melalui pencarian gambar menggunakan Google Lens, foto tersebut identik dengan pemberitaan detik.com pada 3 November 2025 yang berjudul “Setahun Pemerintahan Prabowo, Menag Ungkap Indeks Kerukunan Terbaik”. Dalam berita aslinya, Menag justru menyampaikan capaian positif mengenai indeks kerukunan umat beragama di Indonesia yang mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. TurnBackHoax juga menemukan bahwa isu mengenai angka "dua juta umat murtad" merupakan narasi lama yang didaur ulang. Isu tersebut pertama kali mencuat pada April 2016 melalui pernyataan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah, pengurus Komisi Hukum dan HAM MUI Pusat saat itu, dalam sebuah acara di Jakarta Selatan. Pernyataan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Menag Nasaruddin Umar maupun kebijakan Kementerian Agama saat ini.

Kesimpulan

Informasi yang mengeklaim Menag RI Nasaruddin Umar menyebut dua juta umat Muslim murtad setiap tahun adalah keliru dan masuk dalam kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Tidak ada data resmi yang mendukung klaim tersebut, dan foto yang digunakan telah disalahgunakan dari konteks aslinya yang membahas tentang kerukunan beragama.

 

Rujukan: TurnBackHoax