HARIAN NEGERI - Sebuah narasi yang mengeklaim bahwa air dari fenomena sinkhole di Sumatera Barat memiliki kualitas kesehatan melebihi air Zam-zam telah beredar luas di media sosial. Namun, hasil uji laboratorium resmi justru menunjukkan adanya kandungan berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat jika dikonsumsi.

"Hasil uji labor sumber air sinkhole di Situjuah Batua, 50 Kota, PH-airnya 8,4. Ini kategori air minum sehat. Air Zam-Zam saja PH-nya cuma 7,9-8,0. Air mineral kemasan merek² terkenal saja PH airnya cuma 7,6. Artinya, air yang muncul dari sinkhole ini adalah 'harta karun'."

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan TurnBackHoax, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran mendalam terkait klaim yang diunggah oleh akun TikTok "sumbar.60.detik" tersebut. Hasilnya, ditemukan fakta medis yang bertolak belakang dengan narasi yang viral. Sekretaris Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Deni Hendra Suryadi, memberikan klarifikasi resmi berdasarkan hasil pengujian Labkesda Sumatera Barat pada 11 Januari 2026.

Data laboratorium menunjukkan bahwa air yang keluar dari lubang sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, mengandung bakteri Escherichia coli dan coliform. Keberadaan bakteri tersebut menjadikan air sinkhole tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung karena berisiko tinggi menyebabkan penyakit diare dan gangguan saluran pencernaan serius. Pihak Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim manfaat kesehatan yang tidak memiliki dasar ilmiah resmi.

Kesimpulan

Klaim yang menyebutkan air sinkhole di Sumatera Barat sebagai air minum sehat dengan pH 8,4 adalah salah (hoaks). Informasi tersebut menyesatkan karena hanya menonjolkan angka pH tanpa memperhatikan kontaminasi bakteri berbahaya yang ditemukan dalam uji laboratorium resmi. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam memilah informasi demi menjaga kesehatan bersama.

 

Rujukan: TurnBackHoax

Baca Juga: Listrik Negara