HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Hoaks Mbak Lala Asisten Raffi Ahmad Jadi Wakil Kepala BGN'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 30 Juni 2026. Dalam postingannya terdapat foto Mbak Lala dengan pakaian resmi memakai pin dengan tulisan "Wakil Ketua BGN Indonesia".
Baca Juga :
[SALAH] Hoaks, Video Erupsi Gunung Anak KrakatauAkun itu menambahkan narasi: "wkwkwk, nemu di thread. Setelah asisten RA menjadi kumisaris, sekarang giliran mbak lala jadi Wakil ketua BGN dan Sus Rini menjadi WAMEN Perlindungan anak, kalo Merry, gatau deh urus sendiri aja" Lalu benarkah postingan yang mengklaim asisten Raffi Ahmad, Mbak Lala menjadi Wakil Kepala BGN? Cek Fakta
Di dalam situs tersebut tidak ada informasi resmi terkait pengangkatan Mbak Lala sebagai Wakil Kepala BGN. Dalam situs tersebut juga tidak terdapat nama Mbak Lala sebagai pejabat BGN. Jabatan Wakil Kepala BGN sendiri saat ini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 lalu. Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan situs pendeteksi AI, aiornot.com. Hasilnya 96 persen foto dalam postingan merupakan modifikasi AI.
Situs pendeteksi AI lainnya, fakeimagedetector.com juga menganalisa 80 persen foto tersebut merupakan hasil modifikasi AI. Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar