__temp__ __location__

HARIAN NEGERI - Jakarta, Jum'at (29/8/2025), Bulan Agustus yang biasanya dipenuhi semarak peringatan kemerdekaan, kali ini berubah menjadi duka mendalam bagi bangsa. Sebuah insiden tragis terjadi dalam aksi demonstrasi para pekerja ojek online (ojol) di ibu kota. Seorang anggota kepolisian dari satuan Brimob diduga melindas salah satu peserta aksi dengan kendaraan taktis saat massa sedang menyuarakan tuntutan mereka.

Suasana yang awalnya diwarnai teriakan tuntutan dan semangat perjuangan, berubah menjadi kepanikan ketika sebuah kendaraan taktis kepolisian diduga melindas salah seorang peserta aksi.

Insiden tersebut sontak mengundang gelombang kemarahan dan kesedihan dari rekan-rekan sesama pekerja ojol yang hadir. Beberapa saksi mata menuturkan bahwa korban berada di tengah barisan massa ketika kendaraan aparat melaju tak terkendali. “Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk dikorbankan,” ujar salah satu peserta demo dengan suara bergetar.

Video amatir yang beredar di media sosial semakin memperkuat kekecewaan publik. Ribuan warganet mengecam tindakan aparat dan menuntut keadilan bagi korban. Tagar #DukaAgustus dan #KeadilanUntukOjol pun menduduki trending topic, menjadi simbol solidaritas dan kemarahan rakyat.

Insiden ini menjadi sorotan nasional. Banyak pihak mendesak agar ada investigasi independen, pertanggungjawaban aparat, serta langkah nyata negara untuk hadir melindungi rakyatnya. 

Ade Shohibbul Khafidz, Menteri Ekonomi Kreatif Kabinet Harmoni UIC, menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tragis yang menimpa saudara kita, pekerja ojol yang menjadi korban tindakan aparat. 

“Agustus yang seharusnya menjadi bulan persatuan dan kemerdekaan, justru diwarnai dengan luka yang mencederai hati bangsa. Kita tidak boleh membiarkan kejadian ini terulang. Negara harus hadir, bukan untuk melukai, tetapi melindungi. Demi keadilan sosial, saya berdiri bersama rakyat, khususnya para pekerja ojol, untuk menuntut keadilan yang nyata,” Ujar Khafidz, Jum'at (28/8/2025).

Khafidz, menambahkan bahwa Agustus juga di sebut bulan kemerdekaan, bulan ketika rakyat Indonesia merayakan kebebasan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata.

“Namun, tahun ini kita disuguhi pemandangan yang justru merobek hati: seorang pekerja, pejuang ekonomi rakyat, kehilangan nyawa dalam perjuangan menuntut keadilan. Saya menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan seluruh komunitas pekerja ojol di tanah air,” tambahnya.

Khafidz juga menjelaskan bahwa Ekonomi bangsa ini berdiri kokoh di atas kerja keras rakyat kecil—para ojol adalah salah satunya. Mereka adalah tulang punggung transportasi rakyat, bukan musuh negara. 

“Karenanya, negara wajib hadir melindungi, bukan melukai. Saya menyerukan agar tragedi ini tidak berlalu begitu saja. Keadilan harus ditegakkan, dan suara rakyat harus didengar. Kita tidak boleh membiarkan Agustus, bulan penuh makna kemerdekaan, ternodai oleh ketidakadilan,” pungkasnya.

Agung Gumelar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies. Kebijakan Cookie