__temp__ __location__

HARIAN NEGERI, Jakarta - Asah Kebijakan Indonesia mengadakan rapat internal dengan agenda utama membahas penguatan organisasi, penetapan agenda kerja (agenda setting), serta pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara virtual pada Rabu (5/3/2025).

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat peran dan strategi organisasi dalam memberikan kontribusi terhadap kebijakan publik di Indonesia. Rapat tersebut dihadiri dari masing-masing direktorat mulai dari Polhukam, Perekonomian, Infrastruktur, hingga PMK.

Dalam pembukaan rapat tersebut disampaikan oleh Nicholas Martua Siagian, dengan memberikan arahan rencana strategis dan pengembangan organisasi Asah Kebijakan Indonesia.

Sementara, Dewan Pengarah Asah Kebijakan Indonesia Naptalina Sipayung, menekankan pentingnya aspek teknokrasi dalam menyampaikan pandangan dan gagasan di panggung publik.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang berbasis data dan analisis mendalam akan meningkatkan kredibilitas serta efektivitas dalam memberikan rekomendasi kepada para pemangku kebijakan.

“Ketika kita menyampaikan gagasan di ruang publik, penting untuk memastikan bahwa pendekatan yang digunakan berbasis pada data, riset, dan analisis teknokratis. Ini akan membantu dalam membangun kepercayaan serta memberikan solusi yang lebih konkret bagi kebijakan yang lebih baik,” ujar Naptalina.

Selain itu, rapat ini juga membahas strategi dalam meningkatkan kapasitas SDM organisasi agar dapat lebih adaptif terhadap dinamika kebijakan yang terus berkembang.

Penguatan kapasitas ini mencakup pelatihan berkelanjutan, pengembangan riset kebijakan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya rapat ini, Asah Kebijakan Indonesia berharap dapat semakin memperkuat peran serta dalam menyuarakan kebijakan berbasis riset dan data yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintahan di Indonesia.

Yusuf Wicaksono

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies. Kebijakan Cookie