HARIAN NEGERI -
Pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tetap terjaga kuat dan stabil di tengah dinamika global. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya kepada awak media usai Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada.
"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen," jelasnya.
Airlangga menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga.
Dari sisi fiskal, kinerja APBN juga menunjukkan peran yang signifikan yang didukung oleh penerimaan pajak hingga akhir kuartal pertama yang meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga turut menjelaskan kondisi ketahanan pangan nasional yang juga menunjukkan tren positif.
Menurutnya, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton.
Meskipun demikian, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang dinilai dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara.
Lebih lanjut, pemerintah juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal, khususnya dalam pengelolaan rasio utang dan defisit anggaran.


Komentar