Serang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Hal ini terutama melalui penguatan link and match antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. "Di antara tantangan kita saat ini adalah masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri.

Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas," jelas Menaker Yassierli saat meninjau Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, . Menaker menekankan pentingnya penguatan program pelatihan agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusannya siap untuk bekerja. Ia juga meminta instruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Sejalan dengan upaya tersebut, serapan kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi di BBPVP Serang pada tahun 2025 tercatat mencapai 82 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan telah sesuai dengan kebutuhan industri, dan Menaker berharap angka tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Dalam kunjungan tersebut, Menaker meninjau langsung sejumlah workshop pelatihan di BBPVP Serang.

Ia memastikan kesesuaian proses pelatihan dengan kebutuhan industri serta meninjau pelaksanaan walk in interview yang mempertemukan peserta dengan dunia usaha dan industri untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Ia juga berdialog dengan peserta pelatihan vokasi untuk menyerap aspirasi dan mengetahui pengalaman mereka selama mengikuti pelatihan. Melalui dialog tersebut, ia memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan keterampilan dan kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Salah satu peserta PVN, Mohamad Adam Firdaus (24), mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda selama mengikuti pelatihan di BBPVP Serang. Ia merupakan peserta pelatihan Workshop Elektro Mechanical Utility.