Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai tradisi mudik bersama yang difasilitasi perusahaan bukan sekadar kegiatan rutin jelang Idulfitri. Langkah itu menjadi cara nyata menjaga semangat kerja pekerja sekaligus menopang produktivitas perusahaan setelah libur usai. "Kami mengapresiasi perusahaan seperti PT Kayaba Indonesia yang selalu konsisten memfasilitasi mudik pekerja dan keluarganya.
Ini adalah praktik baik hubungan industrial yang harmonis dan patut dicontoh," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri. Pekerja merupakan unsur utama dalam keberlangsungan usaha. Dukungan agar pekerja bisa mudik dengan aman dan tenang memberi manfaat pada pekerja, keluarga, dan perusahaan karena para pekerja dapat kembali dengan semangat baru.
Mudik bersama tak seharusnya dipandang sebagai beban. Program ini bisa dilihat sebagai bentuk investasi pada pekerja. Perusahaan mendorong agar pekerja bisa mudik dengan cara kreatif dan terdistribusi secara adil.
"Kami mengecek kesehatan sopir utama maupun cadangan, termasuk kondekturnya. Kualitas bus juga dipastikan laik jalan demi menjamin perjalanan aman, nyaman, dan selamat," jelas Putri.

Komentar