HARIAN NEGERI - Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran informasi palsu mengenai pendaftaran ulang bantuan sosial (bansos) tahun 2026 yang marak beredar di media sosial. Informasi yang menjanjikan bantuan tunai ini dipastikan merupakan modus penipuan yang dapat merugikan privasi warga.
"DAFTAR Ulang Diri Anda Sebagai Penerima BANSOS SOSIAL 2026 Klik tulisan Daftar Diawah Yang sudah di sediakan. Buruan daftar ulang diri anda untuk mendapatkan BANTUAN SOSIAL Rp.900.000"

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan CekFakta, narasi yang mengeklaim adanya pembukaan pendaftaran baru dan pendaftaran ulang bansos Januari 2026 dengan nilai bantuan Rp 900.000 adalah tidak benar. Penelusuran menunjukkan bahwa unggahan di Facebook tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah tautan yang bukan merupakan situs resmi pemerintah. Saat tautan tersebut diklik, muncul halaman situs berupa formulir digital yang meminta pengisian data pribadi secara mendalam, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram. Pola ini merupakan ciri khas dari upaya pencurian data pribadi atau phishing yang sering kali menyasar masyarakat luas dengan iming-iming bantuan finansial. Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi dari kementerian terkait mengenai pendaftaran ulang bansos melalui media sosial dengan format tautan formulir seperti yang beredar tersebut.

Kesimpulan

Klaim mengenai link pendaftaran ulang bansos 2026 adalah hoaks dengan kategori konten palsu atau penipuan. Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada kanal informasi resmi milik pemerintah untuk mendapatkan data akurat mengenai program bantuan sosial guna menghindari risiko penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Rujukan: CekFakta