HARIAN NEGERI - Di tengah pesatnya arus informasi digital, masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran berita palsu yang dapat memicu keresahan. Baru-baru ini, muncul sebuah narasi yang mengklaim adanya ancaman virus tertentu yang beredar di berbagai platform media sosial, namun setelah dilakukan verifikasi mendalam, informasi tersebut dipastikan tidak memiliki dasar kebenaran.
"Informasi mengenai ancaman virus yang beredar tersebut merupakan konten yang menyesatkan dan tidak didukung oleh data medis atau pernyataan resmi dari otoritas kesehatan."

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan TurnBackHoax, narasi yang menyebutkan adanya ancaman virus tersebut telah dikategorikan sebagai hoaks atau informasi yang salah. Penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada bukti ilmiah maupun rilis resmi dari lembaga kesehatan yang memvalidasi klaim tersebut. Sebaliknya, informasi ini sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan kepanikan di ruang publik. Pemeriksa fakta juga mencatat bahwa sumber informasi tersebut tidak memiliki kredibilitas dan seringkali mencatut nama institusi tertentu tanpa izin.

Kesimpulan

Berdasarkan data yang telah dihimpun, klaim mengenai ancaman virus tersebut adalah salah atau hoaks. Masyarakat diharapkan untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi melalui kanal-kanal resmi seperti situs web Kementerian Kesehatan atau lembaga kesehatan internasional sebelum membagikan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

 

Rujukan: TurnBackHoax

Baca Juga:
Setneg