HARIAN NEGERI - Di tengah dinamika informasi digital, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menyaring setiap kabar yang beredar di media sosial demi menjaga kenyamanan bersama. Baru-baru ini, muncul sebuah narasi yang mengklaim bahwa aliran listrik dan layanan ATM di seluruh Indonesia akan mengalami pemadaman total selama tujuh hari ke depan, sebuah informasi yang memicu kekhawatiran di ruang publik.
Persiapan Menghadapi Listrik Mati Selama 7 Hari Pelajari cara bertahan hidup 7 hari tanpa listrik. Siapkan diri sebelum terjadi kepanikan! #dharmapongrekun #panikglobal #beritaviral

Penelusuran Fakta

Berdasarkan laporan CekFakta, unggahan yang disebarkan oleh akun TikTok “.semprul11” tersebut menampilkan nama Dharma Pongrekun disertai dengan klaim yang tidak memiliki dasar valid. Hingga artikel ini diterbitkan, video tersebut telah diputar lebih dari 42 ribu kali dan mendapatkan ratusan interaksi. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari PT PLN (Persero) maupun otoritas perbankan nasional yang membenarkan adanya rencana pemadaman listrik atau penghentian layanan ATM secara massal selama sepekan. Narasi yang dibangun cenderung bersifat provokatif dengan menggunakan label kondisi darurat untuk menciptakan kepanikan atau panic buying di tengah masyarakat.

Kesimpulan

Unggahan yang mengeklaim listrik dan ATM akan mati selama 7 hari adalah tidak benar atau termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Masyarakat diharapkan untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah atau instansi terkait sebelum mempercayai dan membagikan informasi serupa.

 

Rujukan: CekFakta