HARIAN NEGERI -

Langkah kaki para siswa SMK Negeri 19 Jakarta memasuki kompleks Istana Kepresidenan menjadi pengalaman yang tak hanya berkesan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang bagaimana negara dijalankan. Bagi mereka, Istana yang selama ini hanya dilihat dari layar kini menjadi ruang belajar yang nyata.

Christine Rambing, salah satu guru yang mendampingi para siswa, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.

Ia mewakili keluarga besar SMKN 19 Jakarta mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang membuka akses Istana bagi pelajar.

Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya menghadirkan rasa bangga, tetapi juga kejutan yang tak terduga. Awalnya, rombongan hanya membayangkan mengikuti sesi diskusi.

Namun, mereka justru diajak menjelajahi berbagai ruang di Istana Negara—sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini juga membuka ruang dialog bagi para siswa. Dalam sesi tanya jawab, para pelajar aktif menyampaikan aspirasi dan pertanyaan, termasuk bagaimana cara menyampaikan gagasan mereka kepada pemerintah.

Bagi Christine, pengalaman ini memiliki nilai pembelajaran yang kuat dan relevan dengan proses pendidikan di sekolah. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung implementasi kebijakan publik yang selama ini mereka pelajari.

Kesempatan ini pun tidak datang begitu saja.

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah secara aktif mencari informasi dan mengajukan permohonan untuk dapat terlibat dalam program tersebut.

Antusiasme siswa dan guru menjadi bukti bahwa pengalaman langsung memiliki dampak yang jauh lebih dalam. Mereka pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa mimpi, bahwa suatu hari nanti, mereka pun bisa berada di sana dan menjadi bagian dari generasi yang memimpin serta membangun Indonesia.