HARIAN NEGERI - Jakarta, Rabu (31/12/2025), Pelecehan seksual terjadi kembali di lingkungan kampus, yaitu di PGSD Universitas Negeri Manado (Unima). Kasus tersebut memakan korban, yaitu korban harus gantung diri karena merasa malu dan sudah tidak tahan dengan kondisi tersebut. Hal tersebut menjadi sorotan dari Forum Alumni BEM DPW Sulut (FA-BEM DPW Sulut).

Ketua FA-BEM Sulut, Combyan Lombongbitung, mengungkapkan dengan tegas sangat bahwa kasus tersebut sangat di sayangkan dan meminta agar dapat di usut dengan tuntas.

"Kasus pelecehan di dunia akademik ini sangat disayangkan terjadi, perlu secepatnya di usut tuntas dan di tindak tegas" ungkap Combyan, dengan tegas.

ec9db2ec4f784cfebc9fc6e1cb908f0b
Poster Tuntutan FA-BEM DPW Sulawesi Utara


Maka dari itu, FA-BEM DPW Sulut, menyatakan sikap:

  1. Menyampaikan Turut Berdukacita yang mendalam kepada keluarga korban.
  2. Mendesak pihak kepolisian melakukan tindakan hukum yang transparan.
  3. Mendesak Rektor UNIMA untuk menonaktifkan oknum dosen tersebut.
  4. Mendesak pihak Rektorat UNIMA untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem pencegahan tindak kekerasan seksual di kampus.

Combyan juga mengungkapkan bahwa FA-BEM DPW Sulut akan terus mengawal kasus pelecehan ini hingga tuntas.

"Kami FA-BEM DPW Sulut,  akan mengawal kasus ini hingga tuntas, dan kami tidak akan membiarkan predator-predator seperti itu merusak masa depan mahasiswa", pungkasnya.


Dapatkan pembaruan informasi terkini lainnya dengan mengikuti saluran berita terpercaya kami di Google News atau melalui referensi artikel terkait lainnya.