HARIAN NEGERI - SERANG, Kualitas pendidikan generasi muda di Provinsi Banten menunjukkan perkembangan yang sangat progresif dan menggembirakan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Angka Melek Huruf (AMH) generasi muda di Provinsi Banten kini sukses menembus angka 99,95 persen, atau nyaris menyentuh 100 persen.

Menanggapi capaian luar biasa tersebut, Wakil Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Alwashliyah Banten, Yanto, menyatakan bahwa data ini menjadi bukti konkret dan modal utama bahwa generasi muda di Tanah Jawara telah siap menyambut serta menyukseskan visi besar pemerintah, yakni Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

"Peningkatan signifikan Angka Melek Huruf yang dirilis oleh BPS ini bukan sekadar deretan angka statistik. Hal itu tercermin dari peningkatan kapasitas intelektual yang masif. Ini adalah fondasi sekaligus sinyal kuat bahwa anak muda di Banten sangat siap mengambil peran strategis untuk menyukseskan program-program pembangunan dalam Asta Cita demi mewujudkan Indonesia Emas," ujar Yanto dalam keterangannya di Serang, Minggu (31/5/2026).

Secara khusus, GP Alwashliyah Banten menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Banten, Andra Soni, atas komitmen nyata dan keberpihakannya yang besar terhadap masa depan generasi muda. Yanto menilai, lonjakan indikator makro pendidikan di Banten tidak lepas dari berbagai inisiasi program pro-pemuda yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni.

"Kami sangat mengapresiasi terobosan luar biasa dari Gubernur Banten Bapak Andra Soni yang secara konsisten menggulirkan program sekolah gratis, yang tidak hanya menyasar sekolah negeri tetapi kini juga diperluas hingga ke SMA/SMK swasta dan Madrasah Aliyah. Langkah ini menjadi bantalan kebijakan yang sangat kuat untuk memastikan tidak ada lagi anak muda di Banten yang putus sekolah karena kendala biaya," tegas Yanto.

Menurut Yanto, kebijakan sekolah gratis dan dukungan program kepemudaan dari Pemprov Banten merupakan syarat mutlak agar bonus demografi yang dimiliki Banten tidak menjadi beban, melainkan menjadi mesin penggerak kemajuan daerah dan nasional.

Data BPS mencatat meratanya akses pendidikan dasar di Banten diiringi oleh Angka Partisipasi Sekolah (APS) jenjang dasar yang mencapai 99,52 persen. Selain itu, mutu pendidikan ditopang oleh kualitas tenaga pendidik, di mana lebih dari 97 persen guru di Provinsi Banten telah memenuhi kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4).

Meski demikian, Yanto mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sekadar bebas dari buta aksara, melainkan penguasaan literasi digital yang mendalam. Mengacu pada data Susenas, saat ini sebanyak 84,38 persen pelajar di Banten telah aktif berinternet, namun mayoritas masih mengandalkan telepon seluler, dan akses terhadap laptop atau komputer baru berada di angka 20,11 persen.

"Asta Cita menekankan pentingnya hilirisasi, sains, teknologi, dan digitalisasi. Oleh karena itu, GP Alwashliyah Banten mendorong jajaran Pemprov Banten di bawah arahan Gubernur Andra Soni untuk terus mengolaborasikan kesuksesan program sekolah gratis ini dengan melakukan pemerataan fasilitas perangkat digital serta internet sehat di seluruh lembaga pendidikan di Banten," tambahnya.

Sebagai organisasi kepemudaan Islam, GP Alwashliyah Banten berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemprov Banten dalam mengawal peningkatan mutu SDM, baik melalui jalur pendidikan formal keagamaan maupun pelatihan keterampilan digital. Yanto optimis, dengan kolaborasi bersama dan modal literasi yang kokoh, pemuda Banten akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul yang religius, cerdas, dan siap bersaing di kancah global.

"Kami optimistis, dengan kualitas pendidikan yang terus diakselerasi melalui kebijakan-kebijakan strategis Pak Gubernur, anak muda Banten bukan lagi hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama dalam mewujudkan keadilan, kemandirian, dan kemakmuran bangsa yang termaktub dalam visi Asta Cita," pungkas Yanto.